Naskah drama dakwah nabi muhammadsecara sembunyi sembunyi

Posted on

Naskah drama dakwah nabi muhammadsecara sembunyi sembunyi

Dakwah Nabi Muhammad Secara Sembunyi-Sembunyi dan Terang Terangan

Dakwah Nabi Muhammad SAW secara sembunyi sembunyi dan terang terangan – Kita tahu bahwa Nabi Muhammad melaksanakan dakwah pertama kali dengan cara sembunyi-sembunyi, dan dakwah terang terangan Nabi Muhammad baru dilakukan setelah beberapa generasi sahabat yang masuk Islam. Hal ini tentunya sudah dipikirkan masak-masak karena jikalau Nabi langsung melakukan dakwah secara terang-terangan, maka hasilnya akan kurang baik dan tidak akan berjalan mulus, mengingat kebodohan zaman itu sudah parah sehingga tak akan mungkinlah Baginda berdakwah secara terbuka. Penggunaan dakwah secara sembunyi adalah salah satu teknik Nabi yang dipakai saat itu, tentunya bisa juga dipakai saat ini di tempat tertentu oleh seorang pendakwah.

Mengapa Beliau memulai melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi ? Hal ini bisa dimengerti karena Beliau saat itu masih belum punya pengikut sehingga power di belakangnya pun sangat lemah. Langkah pertama dalam memulai berdakwah adalah kepada keluarga dan kerabatnya. Tentu tidaklah mudah karena di keluarganya pun tidak serta merta langsung menerima dakwah beliau. Selanjutnya dakwah diperluas kepada para sahabat atau teman dan kenalan Beliau hingga akhirnya tersebutlah sejumlah nama yang menerima Islam pada awal-awal dakwah beliau. Mereka yang merupakan generasi pertama masuk Islam dinamakan Assaabiquunal Awwaluun.

Diantara mereka yang merupakan kelompok generasi pertama itu adalah :
Khadijah binti Khuwailid
Zaid bin Haritsah
Ali bin Abi Thalib
Abu Bakar Shiddiq
Utsman bin Affan
Zubair bin Awwam
Abdurrahman bin Auf
Sa`ad bin Abi Waqqas
Thalhah bin Ubaidillah.
Bilal bin Rabah
Abu Ubaidah Amir bin Jarrah
Abu Salamah bin Abd al-Asad
Arqam bin Abi Arqam
Utsman bin Madz`un
Fatimah binti Khatthab
Khabbab bin` Art
Abudullah bin Mas’ud

Materi dakwah yang disampaikan Nabi saat itu adalah tentang beribadah hanya kepada Allah atau tauhid, kelembutan dan kebersihan hati, persatuan dan meninggalkan kefanatikan kesukuan serta penggambaran tentang surga dan neraka sehingga timbul kerinduan yang mendalam terhadap surga. Hasil bimbingan terhadap hati, muncullah rasa ukhwah dan tolong menolong diantara mereka sehingga memperkuat power untuk berdakwah. Dakwah sembunyi-sembunyi ini dilakukan oleh Nabi selama 3 tahun, tepatnya ketika Umar bin Khatab masuk Islam dan banyak para pemuka Quraish dan masyarakat mulai mengikuti ajaran Islam.

Setelah melakukan dakwah rahasia, beliau diperintahkan oleh Allah untuk melakukan dakwah secara terang-terangan berdasarkan Al Quran surat Al Hijr ayat 94. Tentunya berbagai reaksi penolakan dari masyarakat dan tokoh musyrikin saat itu sangat kuat, namun tidak menyurutkan langkah Nabi dan para sahabatnya untuk terus berdakwah.

Kekejaman dan penyiksaan yang dilakukan kaum kafir Quraisy malah memperkuat semangat dakwah mereka. Mereka terus melakukan permusuhan kepada Nabi dan sahabatnya. Namun karena Rasul sangat mencintai sahabatnya, akhirnya mereka berhijrah ke Ethiopia dan diterima oleh penduduk di sana yang beragama Nasrani demi melindungi mereka dari siksaan bengis kaum Quraish. Selanjutnya Nabi beserta seluruh sahabtnya berhijrah ke Madinah dan melakukan dakwah di sana.