Bagaimana posisi perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Papua dalam menghadapi kolonial Belanda yang membedakan mereka dengan daerah-daerah lain di Indonesia
Peran masyarakat Papua dalam melawan penjajahan Belanda menjadi bagian penting dalam perjuangan bangsa Indonesia untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Salah satu tokoh yang memiliki peran penting dalam perjuangan masyarakat Papua adalah Frans Kaisiepo. Perjuangan Frans Kaisiepo terlihat dari pembentukan Partai Indonesia Merdeka pada 10 Mei 1946. Pada tahun 1946, Frans Kaisiepo juga turut dalam Konferensi Malino dan mempopulerkan nama Irian yang memiliki arti "Ikut Republik Indonesia Anti Netherlands". Dalam Konferensi Malino, Frans Kaisiepo juga menolak pembentukan Negara Indonesia Timur. Tokoh Papua selanjutnya yang berperan dalam perlawanan terhadap Belanda adalah Silas Papare. Perjuangan Silas Papare terlihat dari pembentukan Komite Indonesia Merdeka, Partai Kemerdekaan Irian, dan Badan Perjuangan Irian yang bertujuan untuk mempertahankan proklamasi kemerdekaan Indonesia dari upaya penjajahan Belanda dan mengembalikan Papua ke indonesia.
Dengan demikian, bentuk perjuangan rakyat Papua dalam melawan penjajahan Belanda dilakukan dengan membentuk sejumlah organisasi untuk menghimpun masa.