Sebuah trafo kumparan primer dengan 120 lilitan dan kumparan sekunder dengan 40 lilitan . jika kumparan primer di hubungkan dengan tegangan sebesar 300 volt, tentukan a. tegangan pada kumparan sekunder b. arus pada kumparan primer jika arus pada kumparan sekunder sebesar 60 a c.efisiensi trafo

Posted on

bantuan nya kak hari Senin udh di kumpulkan​

Sebuah trafo kumparan primer dengan 120 lilitan dan kumparan sekunder dengan 40 lilitan . jika kumparan primer di hubungkan dengan tegangan sebesar 300 volt, tentukan a. tegangan pada kumparan sekunder b. arus pada kumparan primer jika arus pada kumparan sekunder sebesar 60 a c.efisiensi trafo

Pendahuluan

Alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan AC disebut transformator (trafo). Trafo memiliki dua terminal, yaitu Terminal input dan Terminal output. Terminal input terdapat pada kumparan primer. Terminal output terdapat pada kumparan sekunder titik tegangan listrik yang akan diubah dihubungkan dengan Terminal input. Adapun hasil pengubahan tegangan peroleh pada Terminal output titik prinsip kerja transformator menerapkan peristiwa induksi elektromagnetik.

 \

Transformator atau trafo dibedakan menjadi dua, yaitu trafo step-up dan trafo step-down.

a. Trafo step-up

Trafo step-up adalah transformator yang berfungsi untuk menaikkan tegangan AC. Trafo ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Jumlh lilitan primer lebih sedikit dripada jumlah lilitan sekunder (Np < Ns).
  • Tegangan Primer lebih kecil daripada tegangan sekunder (Vp < Vs).
  • Kut arus primer lebih besar daripada kuat arus sekunder (Ip > Is).

b. Trafo step-down

Trafo step-down adalah transformator yang berfungsi untuk menurunkan tegangan AC. Trafo ingin memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Jumlh lilitan primer lebih banyak daripada jumlah lilitan sekunder (Np > Ns).
  • Tegangan primer lebih besar daripada tegangan sekunder (Vp > Vs).
  • Kut arus primer lebih kecil daripada kuat arus sekunder (Ip < Is).

 \

Besar tegangan dan kuat arus pada trafo bergantung pada banyaknya lilitan. Besar tegangan sebanding dengan jumlah lilitan. Semakin banyak jumlah lilitan, maka tegangan yang dihasilkan semakin besar. Hal ini berlaku untuk lilitan primer dan sekunder. hubungan antara jumlah lilitan primer dan sekunder dengan tegangan primer dan tegangan sekunder , dirumuskan:

 displaystyle bf{boxed{frac{V_{P}}{V_{S}} = frac{N_{P}}{N_{S}}}}

Hubungan antara jumlah lilitan dengan kuat arus:

 displaystyle boxed{bf frac{N_{p}}{N_{s}} = frac{I_{s}}{I_{p}}}

Sehingga, untuk transformator ideal akan berlaku persamaan:

 displaystyle boxed{bf frac{V_{p}}{V_{s}} = frac{N_{p}}{N_{s}} = frac{I_{s}}{I_{p}}}

Keterangan:

  •  rm V_{p} = tegangan primer (input) (V)
  •  rm V_{s} = tegangan sekunder (output) (V)
  •  rm N_{p} = jumlah lilitan primer
  •  rm N_{s} = jumlah lilitan sekunder
  •  rm I_{p} = kuat arus listrik primer (A)
  •  rm I_{s} = kuat arus listrik sekunder (A)

 \

Materi lebih lanjut tentang efisiensi trafo di :

Pembahasan

Diketahui:

  •  rm N_{p} = 120 lilitan
  •  rm N_{s} = 40 lilitan
  •  rm V_{p} = 300 volt

Ditanyakan:

  • Bagian A = Tegangan sekunder ( rm V_{s} ) ??
  • Bagian B = Kuat arus primer ( rm I_{p} ) ??
  • Bagian C = Efisiensi trafo (η)??

Jawab:

Bagian A

Kita gunakan rumus:  displaystyle boxed{bf frac{V_{p}}{V_{s}} = frac{N_{p}}{N_{s}}}

Sehingga,

 displaystyle begin{aligned} rm frac{V_{p}}{V_{s}} : & rm = frac{N_{p}}{N_{s}} \ rm frac{300}{V_{s}} : & rm = frac{120}{40} end{aligned}

Kita kali silang menjadi

 displaystyle begin{aligned} rm 300 times 40 : & rm = V_{s} times 120 \ rm 12.000 : & rm = 120 : V_{s} \ rm V_{s} : & rm = frac{12.000}{120} \ & rm = boxed{tt{red{underline{100 : volt}}}} end{aligned}

 \

Bagian B

Diketahui bahwa Kuat Arus Listrik Sekundernya sebesar 60 Ampere. Maka kita gunakan rumus  displaystyle boxed{bf frac{V_{p}}{V_{s}} = frac{I_{s}}{I_{p}}} .

Tegangan sekundernya sudah kita ketahui, yaitu 100 volt (pada soal bagian A). Sehingga,

 displaystyle begin{aligned} rm frac{V_{p}}{V_{s}} : & rm = frac{I_{s}}{I_{p}} \ rm frac{300}{100} : & rm = frac{60}{I_{p}} end{aligned}

Kita kali silang

 displaystyle begin{aligned} rm 300 times I_{p} : & rm = 100 times 60 \ rm 300 : I_{p} : & rm = 6.000 \ rm I_{p} : & rm = frac{6.0cancel{00}}{3cancel{00}} \ & rm = boxed{tt{red{underline{20 : Ampere}}}} end{aligned}

 \

Bagian C

Kita gunakan rumus:  displaystyle boxed{bf eta = frac{V_{s} times I_{s}}{V_{p} times I_{p}} times 100 %}

Dengan Tegangan Sekunder = 100 Volt, dan Kuat Arus Primer = 20 A. Maka,

 displaystyle begin{aligned} rm eta : & rm = frac{V_{s} times I_{s}}{V_{p} times I_{p}} times 100 % \ & rm = frac{100 times 60}{300 times 20} times 100 % \ & rm = frac{6.cancel{000}}{6.cancel{000}} times 100 % \ & rm = 1 times 100 % \ & rm = boxed{tt{red{underline{100 %}}}} end{aligned}

 \

Pelajari Lebih Lanjut

Detail Jawaban:

  • Mapel: Fisika (IPA)
  • Kelas: 9
  • Bab: Bab 6 – Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk Teknologi
  • Kode kategorisasi: 9.6.6

Kata kunci: trafo, tegangan, lilitan, kuat arus, sekunder, primer

Gambar Jawaban