Tolong buatkan naskah drama tentang makna dan manfaat persatuan dan kesatuan Soalnya dikumpul jam 10 :(

Posted on

Tolong buatkan naskah drama tentang makna dan manfaat persatuan dan kesatuan Soalnya dikumpul jam 10 🙁

Jawaban:

drama

raya dan teman temannya sedang berkumpul di teras rumahnya sedang melihat pelangi

"teman teman lihat ada pelangi muncul di langit. " ujar raya

"betul raya". ujar winda

"warna 2 pelangi in dah jika menjadi satu".ujar ipung

"betul sekali"ujar raya

"seperti kita ini walaupun kita berbeda suku dll kita tetap bersatu".ujar winda

"betul winda".ujar raya

"bagaimana jika kita tidak bekerja sama ".ujar ipung

"pasti dunia akan terpecah belah"ujar raya

"makannya itu kita harus bekerjasama dan saling membantu

Penjelasan:

ambil kesimpulannya

MAKNA DAN MANFAAT PERSATUAN DAN KESATUAN DI SEKOLAH

Suatu hari si pagi yang cerah, Nabil dan Nizam, dua orang siswa kelas VI A sedang asyik membaca buku perpustakaan di sekolah. Tak berselang lama, datanglah Gita, salah satu sahabat mereka.

Gita : “Nabil, Nizam! Rajin sekali kalian berdua?”

Nabil : “ Iyalah, tugas utama kita sebagai pelajar kan memang untuk belajar.”

Gita : “Benar juga sih…, oh iya, kalian tahu tidak? Nanti di kelas kita akan ada murid baru, lho.”

Nizam : “Oh ya? Siapa namanya? Laki-laki atau perempuan?”

Gita : “Perempuan, tapi aku belum tahu namanya siapa.”

[bel sekolah berbunyi]

Nabil : “Eh, ayo cepat masuk.”

[ketiganya memasuki kelas]

[Pak guru masuk dengan murid baru]

Pa Amar : “Selamat pagi, anak-anak, hari ini kita kedatangan teman baru dari Jakarta. Ia akan menjadi teman sekelas kalian. Silahkan perkenalkan diri, nak.”

Melly : “Halo, teman-teman, perkenalkan nama saya Mellysa Fitriani. Saya dari Jakarta.”

[Nabil berbisik pada Gita]

Nabil : “Jauh sekali ya, dari Jakarta pindah ke Malang!”

[Gita mengangguk setuju]

Pa Amar : “Baik, kamu duduk di belakang Nizam, ya. Untuk sementara kamu duduk sendiri dahulu karena jumlah siswa di kelas ini ganjil.”

[Melly segera duduk di kursi yang disediakan]

Pa Amar : “Baiklah, sekarang kita mulai pelajaran hari ini. Buka buku cetak kalian, halaman 48.”

[Pelajaran pun berlangsung]

Tiba saatnya jam istirahat. Melly, yang tidak memiliki teman, hanya duduk diam di kursinya sambil menunduk. Sama sekali tidak ada yang mendekati Melly sedari tadi. Semua siswa di kelas masih sungkan kepadanya dan hanya mengumbar senyum padanya tanpa berani mengajak ngobrol dirinya.

Nizam : “Pssttt… Bil, Git, coba kalian lihat anak baru itu, sendirian saja ya!” [ Bisik Nizam pada Nabil dan Gita]

Nabil : “Ayo kita dekati dia.”

[ketiganya mendekati Melly]

Gita : “Hai, Melly. Namaku Gita. Ini Nizam dan Nabil.” [menunjuk kedua temannya]

[mereka duduk mengelilingi Melly]

Melly : “Hai, salam kenal.”

Nizam : “Kok kamu tidak jajan ke kantin?”

Melly :“Aku….aku bawa bekal makanan.” [pelan sekali, sambil menunduk]

Nabil : “Oh…begitu. Rajin sekali kau, Mel!”

[keempat siswa ini mulai terlibat obrolan ringan sehingga Melly merasa ditemani]

Saat jam pulang sekolah, Pak Guru memanggil Gita dan Nizam yang hendak pulang.

Pa Amar : “Gita, Nizam! Ke sini sebentar. Bapak mau menanyakan sesuatu.”

[Gita dan Nizam menghampiri Pak Guru]

Nizam : “Ada apa ya, Pak?”

Pa Amar : “Itu… bagaimana Melly di kelas? Apa ia bisa berbaur?”

Nizam : "Dia agak pendiam, Pak, dan suka menunduk saat berbicara.”

Gita : “Tadi saat istirahat, kami berdua dan Nabil berusaha mendekatinya. Kami mengobrol cukup lama. Dia anak yang kok, Pak.”

Pa Amar : “Ya sudah, bapak cuma ingin tahu. Kalian berbaik-baiklah dengannya. Temani dia agar mereka tidak kesepian dan bersedih.”

[Gita dan Nizam pamit pulang]

Di rumahnya, Nizam terus menerus memikirkan teman barunya; Melly. Akhirnya, ia mendapatkan sebuah ide. Dikabarkannya Gita dan Nabil melalui SMS.

Keesokan harinya di jam istirahat……

Nizam : “Eh, kalian membawa apa yang ku bilang kemarin 'kan?”

Nabil : “Bawalah. Yuk, kita dekati Melly!”

Gita : "Melly, bolehkah kami makan denganmu?”

Melly : “[kikuk dan kebingungan] Eh…emmm…boleh saja…”

Nizam, Gita, dan Nabil mengeluarkan bekal makanan mereka. Ketiganya juga membawa cemilan untuk dimakan bersama-sama, tentu saja Melly juga. Dengan makan bersama setiap hari, mereka berharap bisa membuat Melly lebih ceria.

Setelah makan……

Melly : “Terima kasih, sahabatku. Kalian cukup baik padaku.”

Nabil : “Kamu ini bicara apa sih? Kita kan teman, wajar saja jika kita saling bersikap baik.”

Semenjak saat itu, Melly menjadi semakin senang karena banyaknya teman yang ia punya. Siswa-siswi lain di kelas pun banyak yang bergabung membawa bekal untuk dimakan bersama-sama pada jam istirahat, dan suasana menjadi semakin terasa menyenangkan.

TAMAT